Dota 2

Analisis Mengapa Team Liquid "Mudah" Dikalahkan OG di Final TI9

Rafdi Muhammad HabiburrahmanFriday, 6 September 2019
Logo article
Ads

The International 2019 memang telah usai pada tanggal 25 Agustus 2019 silam, namun masih menjadi hal yang menarik untuk dibahas.

Terlebih lagi mengenai final The International 2019 di mana Team Liquid yang melaju dari babak lower bracket di main event, menantang OG yang mempunyai jalan yang mulus untuk ke final TI9.

Sayangnya, semula final tersebut di prediksi akan sangat ketat, tampak seolah berat sebelah. OG pun seperti menang mudah kala melawan Team Liquid dengan skor 3-1 sehingga membuat OG mencatatkan sejarah sebagai tim yang menjuarai 2 TI berturut-turut dengan roster yang sama.

Team Liquid
Sumber: Dota2ti

Melalui artikel ini, penulis mencoba untuk memberikan analisis mengapa Team Liquid seolah kehilangan "magisnya" ketika final TI9.

Faktor pertama adalah monotonnya draft KuroKy ketika final TI9. Ketika Team Liquid kalah di game kedua, KuroKy tetap memilih 2 hero yang sama, yaitu Templar Assasin dan Tidehunter yang di mana pada game kedua tersebut benar-benar "dimatikan".

Namun, KuroKy tetap berani mengambil 2 hero tersebut di game ketiga, dan hasilnya sama, 2 hero tersebut tak bisa berbuat banyak.

BACA JUGA: [Statistik] TI9 dalam Angka: Tim dan Hero yang Banyak Digunakan – Part 3

OG vs Team Liquid final TI9
Sumber: DOTA BUFF

Faktor yang kedua adalah gagalnya w33 mendominasi mid lane. Topson dan JerAx benar-benar berhasil membuat w33 tak berkutik.

Bahkan, Topson beberapa kali melakukan solo kill kepada w33, yang membuat progres item dari w33 berjalan lambat dan membiarkan Topson mengambil alih mid lane karena w33 harus melakukan jungling.

Hal ini membuat faktor ketiga kekalahan Team Liquid terjadi, yaitu tidak maksimal Miracle- karena harus berbagi stack camp degan w33, yang mengakibatkan Miracle- juga telat untuk mendapatkan item penting untuk war.

Team Liquid
Sumber: DOT Esports

Padahal, Miracle- bisa dikatakan berhasil mendominasi lane miliknya. Sayangnya karena ana mendapakan stack camp yang banyak karena Topson tidak memerlukannya, maka gold mengalir deras ke ana.

Bagaimana menurut sobat Revival, setuju dengan analisis tersebut ataukah sobat Revival punya pendapat sendiri? langsung berikan pendapatmu!

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Logo

Platform Esports Indonesia, Tempatnya berita Esports Indonesia terbaru dan terlengkap hanya ada di RevivaLTV. Tempatnya berita tentang Esports, Mobile Legends, PUBG Mobile, Valorant, dan banyak lainnya.

Connect With Us

Copyright © 2016-2022 Revival TV

Home
News
Competition
Live Score
Videos