League Of Legends

Azael: Mayoritas Tim NA Suka Meniru Gaya Permainan LCK & Tim Kuat Dunia

RevivalTVSaturday, 14 September 2019
Logo article
Ads

Sebagai salah satu Major Region, region NA atau biasa disebut LCS termasuk salah satu region yang paling sering diremehkan. Meskipun memiliki roster yang berisikan pemain bintang dan gemar mengimpor pemain dari region yang lebih besar seperti Eropa dan Korea Selatan, sejauh ini region LCS masih nihil prestasi Internasional.

Bahkan sejak World Championship 2015 lalu, tim-tim LCS dikenal memiliki "kutukan minggu kedua" dimana tim-tim perwakilan LCS selalu mengalami penurunan performa yang signifikan meskipun memiliki rekor positif pada minggu pertama babak grup. Penurunan performa tersebut berujung pada kegagalan lolos dari babak grup. Sejauh ini kutukan tersebut berhasil dipatahkan oleh satu tim saja yakni Cloud9.

Pada tahun ini LCS memang mulai menunjukkan geliat lewat salah satu perwakilannya Team Liquid. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Mid-Season Invitational, Team Liquid sukses menuju Grand Final usai menumbangkan juara dunia Invictus Gaming. Meskipun gagal menjadi juara, LCS kini setidaknya mempunyai satu harapan lagi selain Cloud9.

Sumber: LoL Esports

Namun hal yang sama tidak bisa dikatakan oleh tim-tim LCS lainnya seperti TSM, CLG, Clutch Gaming dan lain-lain. Publik masih pesimis bahwa tim-tim tersebut bisa berbicara banyak di pertandingan Internasional. Mereka bahkan ragu tim-tim papan atas LCS selain Team Liquid dan Cloud9 jauh lebih unggul dibandingkan tim-tim papan tengah LEC, seperti debat Rogue vs TSM yang terjadi beberapa waktu lalu dimana Rogue jauh lebih diunggulkan.

Selama bertahun-tahun, tim-tim LCS selalu terpaku untuk meniru gaya permainan LCK atau mengikuti cara bermain tim-tim terbaik dunia. Mereka sama sekali tidak tertarik untuk mengembangkan gaya permainannya sendiri sehingga hasilnya region LCS dikenals sebagai region tanpa identitas permainan.

Sumber: LoL Esports

Komentator LCS Azael juga memiliki pendapat serupa. Lewat interview dengan Ginx Esports TV, Azael menjelaskan bahwa selama bertahun-tahun tim-tim LCS selalu terobsesi untuk meniru dan tidak mengembangkan gaya permainanya sendiri.

"Kupikir salah satu jebakan yang sering menjerat TSM dan tim LCS lainnya di masa lalu adalah mencoba untuk meniru persis gaya permainan LCK atau 'tim ini adalah tim terbaik dunia, ayo kita coba menirukan permainannya'. Mereka justru berakhir menjadi versi yang jauh lebih buruk dibandingkan dengan apa yang mereka coba tirukan," jelas Azael.

Pria yang dulunya dikenal sebagai pemain profesional World of Warcraft Arena ini menambahkan bahwa untungnya beberapa tim saat ini sudah mulai mencoba untuk meningkatkan fleksibilitas dan bermain sesuai gaya permainannya sendiri, seperti yang dilakukan Cloud9 dan Team Liquid.

"Cloud9 sudah mendapatkan kredit tersebut dengan bermain agresif dan kreatif dengan picknya. Kita juga melihat Team Liquid pada MSI lalu yang mulai bermain sesuai gaya permainannya sendiri. Kupikir ini adalah saat dimana tim-tim LCS mulai bangkit dan berkembang," tambah Azael.

Azarel dan CaptainFlowers (Sumber: LoL Esports)

Azael menilai bahwa pada Worlds tahun ini, LCS memiliki kesempatan yang bagus. "Kupikir kesempatan bagi LCS pada tahun ini cukup bagus. Kita punya dua tim dengan penampilan Internasional terbaik Team Liquid dan Cloud9. Menurutku wajar jika banyak yang berharap ada satu perwakilan LCS yang bisa menembus babak Semifinal seperti tahun lalu dan ada lebih dari satu tim yang berhasil lolos dari babak grup. Mungkin Aku cuma perlu khawatir terhadap Clutch Gaming meskipun belakangan ini mereka tampil cukup bagus."

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Logo

Platform Esports Indonesia, Tempatnya berita Esports Indonesia terbaru dan terlengkap hanya ada di RevivaLTV. Tempatnya berita tentang Esports, Mobile Legends, PUBG Mobile, Valorant, dan banyak lainnya.

Connect With Us

Copyright © 2016-2022 Revival TV

Home
News
Competition
Live Score
Videos