League Of Legends

Caps: Semua Kesuksesan Ini Membuat "Craps" Muncul

RevivalTVFriday, 12 July 2019
Logo article
Ads

Berbagai kesuksesan yang diraih G2 Esports pada tahun ini membuat tim LEC ini disebut-sebut sebagai tim terbaik di dunia saat ini. Mereka tak hanya berhasil menciptakan dominasi di ranah lokal, namun juga menjuarai turnamen-turnamen Internasional.

Salah satu pemain yang dibanjiri oleh pujian adalah sang Midlaner Caps. Pemain yang kerap dijuluki "Baby Faker" ini sudah menunjukkan potensinya sebagai pemain terbaik dunia saat masih berseragam Fnatic.

Caps saat masih membela Fnatic

Julukan sebagai "salah satu Midlaner terbaik dunia" sudah sering muncul dari komunitas, namun hasil Internasional yang diharapkan masih belum bisa diraih sampai Caps menyeberang ke tim rival G2 Esports.

Bersama G2 Esports, Caps tak hanya berhasil mendominasi LEC namun berhasil menjuarai turnamen Internasional pertamany Mid-Season Invitational 2019. Tak hanya berhasil menjadi juara, performa Caps sepanjang pertandingan sangat impresif.

Caps saat menjadi juara Mid-Season Invitational 2019

Komunitas mempunyai julukan tersendiri kepada Caps berdasarkan performanya. Jika Ia bermain dengan sangat baik maka Ia akan dijuluki "Claps". Sebaliknya, jika Ia bermain buruk dan mengecewakan maka Claps akan berubah menjadi "Craps".

Sekembalinya G2 Esports dari Mid-Season Invitational, performa Caps tampak mengalami penurunan secara perlahan. Di liga LEC, G2 Esports gagal mempertahankan rekor kemenangan dan takluk dihadapan Fnatic lewat sebuah kemenangan yang dominan.

https://www.youtube.com/watch?v=COkW8Zsnr1E

Sedangkan di Rift Rivals, Midlaner-midlaner NA terlihat mulai bisa mengimbangi permainan Caps. G2 Esports bahkan gagal menang melawan Team Liquid, tim yang sebelumnya sempat mereka hancurkan pada Final MSI lalu.

https://www.youtube.com/watch?v=RDX3K7tRRuk

Lewat sebuah interview bersama Upcomer, Caps mengungkapkan bahwa semua pujian yang Ia terima membuat kepercayaan dirinya menjadi berlebihan dan mempengaruhi performanya diatas panggung.

"Aku tidak yakin 100 persen apa yang sebenarnya terjadi. Kupikir Midlaner NA sudah tahu betul cara melawanku. Jika mereka mengeluarkan 'trashtalk' maka Claps yang akan keluar. Namun kepercayaan diriku menjadi berlebihan saat mereka memujiku sehingga Craps-lah yang muncul," ungkap Caps.

"Rasanya sedikit memalukan. Kami gagal menang saat melawan Team Liquid sebanyak dua kali sehingga kami ingin mengalahkan mereka saat Worlds nanti," tambahnya.

Kekalahan dari mantan timnya juga sempat membuat Caps kecewa dan Ia merasa kekalahan tersebut mengekspos apa yang kurang dari G2 Esports.

"Benar-benar mengecewakan. Cara kami kalah sangatlah aneh. Kamu ingin menang pada setiap game, khususnya saat melawan Fnatic. Sejak awal Aku merasa permainan berjalan tidak seperti biasanya dan seolah-olah tidak ada harapan."

Sumber: LoL Esports

"Kami ada di posisi yang aneh saat ini karena meskipun kami memiliki early game yang kurang bagus, kami biasanya mampu mencetak comeback dan membuat permainan menjadi 'fiesta'. Sepertinya kami harus mengurangi tendensi melakukan 'fiesta' atau All-In," tutur Caps.

Caps masih tetap percaya diri bahwa G2 Esports bisa menemukan kembali ritme permainannya dan menuju Worlds. "Aku masih yakin kami bisa menuju Worlds. NA dan LCK tampak mengalami penurunan sedangkan LPL masih terlihat kuat," tutup Caps.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Logo

Platform Esports Indonesia, Tempatnya berita Esports Indonesia terbaru dan terlengkap hanya ada di RevivaLTV. Tempatnya berita tentang Esports, Mobile Legends, PUBG Mobile, Valorant, dan banyak lainnya.

Connect With Us

Copyright © 2016-2022 Revival TV

Home
News
Competition
Live Score
Videos