Dota 2

Dendi: Kegagalan Tim pada Kualifikasi Lalu Adalah Murni Kesalahanku

Ananta ZulqurtubiTuesday, 17 December 2019
Logo article
Ads

Lama tidak berikan kabar, Danil "Dendi" Ishutin pada sebuah video terbarunya kembali menyapa penggemar setianya serta memberikan beberapa update tentang project pembuatan tim yang tengah digagasnya.

Pada kanal YouTube pribadinya, pemuda yang telah menginjak usia 29 tahun ini memberikan tentang beberapa penjelasan terkait bagaimana progres organisasi esports yang sedang dijalankannya sekarang, bagaimana ia merekrut keempat pemain lainnya dan masih banyak sebagainya.

https://www.youtube.com/watch?v=roHhUGRA_O8

Diluar dugaan, Dendi mengatakan ternyata pembentuk sebuah organisasi esports tidaklah gampang. Banyak hal yang harus dia persiapkan dan juga memakan waktu yang cukup lama.

Telah merampungkan daftar pemain setelah melalui proses yang cukup panjang, Dendi dan tim sendiri mendapatkan kesempatan untuk bertanding di markas Team Spirit ketika mengikuti kualifikasi Leipzig Major kemarin.

tim dota 2 dendi

Sayangnya, tim ini harus gagal pada kualifikasi dan Dendi menyatakan bahwa kegagalan timnya pada saat melakoni kualifikasi terbuka adalah salah dirinya yang membuat timnya harus tersingkir lebih cepat.

Patch 7.23 yang hadir pada saat kualifikasi kemarin memang sempat menjadi kontrobersi. Pasalnya, seluruh tim yang mengikuti kualifikasi tentunya harus cepat untuk beradaptasi salah satunya Dendi yang berujar bahwa drafting-nya pada saat itu cukup buruk.

"Ini adalah murni kesalahan saya, jadi saya bisa mengatakan bahwa kekalahan itu sepenuhnya terjadi karena saya," ucapnya.

Diakuinya, ia menyesal telah memilih Lina sebagai hero midlane yang justru menjadi mimpi buruk. Berada pada 17 hero yang menjadi META pada patch sebelumnya, menjadi alasan kenapa Dendi akhirnya memutuskan memilih Lina.

dendi

Tetapi ternyata, walaupun cukup populer di META sebelumnya, pemilihan Lina ini tidaklah berjalan mulus. Timnya yang sempat mengalahkan FlyToMoon ini justru harus kalah kalah dari tim Modus Unity dan Dendi mengatakan Lina menjadi sebuah kesalahan besarnya.

Sementara itu, tim Dendi sendiri dijadwalkan bakal bermain lagi pada Februari tahun mendatang. Memiliki target untuk dapat menembus kualifikasi utama Major dan Minor ketiga, tentunya kita harapkan salah satu legenda Dota 2 ini mampu kembali mencapai masa kejayaannya kembali.

Editor: Yubian Asfar

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos