Counter-Strike

G2 Esports Terima Tuduhan Poaching dari CEO CR4ZY

RevivalTVSaturday, 7 September 2019
Logo article
Ads

Poaching merupakan masalah serius dalam dunia esports baik dalam negeri maupun luar negeri. Jika kalian belum tahu, poaching adalah istilah untuk tindakan yang dilakukan perseorangan (biasanya petinggi tim) untuk mendapatkan pemain dari tim lain dengan menghubungi pemain secara langsung dan tidak melewati pihak manajemen tim sang pemain lebih dahulu.

Tuduhan poaching tidak jarang ditemui, kepindahan pemain dari tim satu ke yang lainnya kerap kali dibumbui isu poaching dari komunitas terutama apabila pemain tersebut pindah dalam tim musuh bebuyutan.

Belum lama ini tuduhan poaching kembali terjadi dalam esports, kali ini antara tim CR4ZY dan G2 Esports yang baru-baru ini mengikuti StarLadder Berlin Major 2019

sumber: Dexerto

Antonio Meic selaku CEO dari tim CR4ZY berkicau di Twitter menuduh salah satu organisasi tidak mematuhi aturan yang sesuai untuk merekrut seorang pemain. Cuitan itu juga disertai meme yang menuduh G2 Esports sebagai pelakunya.

Poaching itu kabarnya terjadi sesaaat setelah G2 Esports undur dari panggung StarLadder Berlin Major di mana seseorang yang tidak disebutkan namanya menghubungi salah satu pemain CR4ZY untuk menawari pemain tersebut bertanding dalam seragam G2 Esports.

"Sulit membangun ekosistem esports yang sehat ketika kamu terus dipukul oleh veteran dalam industri ini.

Bukan kali pertama sebuah organisasi mendekati pemain kami tanpa sepengetahuan kai, tetapi berat rasanya jika yang melakukannya adalah tim yang kau kagumi"

Antonio Meic

Kekesalan Meic dibalas oleh Scott "SirScoots" Smith dari asosiasi pemain profesional Counter Strike. Beliau mengatakan bahwa sebuah organisasi menghubungi pemain merupakan hal yang lumrah. Apabila pemain tersebut memang tertarik bergabung dengan organisasi tersebut maka pembicaraan harus dilanjutkan antara owner dengan owner untuk melakukan buyout dan sejenisnya.

SirScoots juga menambahkan bahwa dikarenakan banyaknya pemilik tim yang dihubungi lebih dahulu dan langsung membatalkan tawaran tersebut, banyak pemain yang bahkan tidak pernah mendengar mengenai tawaran untuk dirinya.

Ini juga bukan kali pertama G2 Esports menerima tuduhan serupa. Dilansir dari esportstalk, Luka “Perkz” Perković, pemain divisi LoL mereka juga disebut pernah menghubungi Rasmus “Caps” Winther saat ia masih di bawah kontrak Fnatic dan buahnya adalah Caps yang kini bermain di bawah bendera G2 Esports bersama Perkz.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos