Dota 2

Hasil Kurang Memuaskan, Ninjas in Pyjamas Resmi Lepas Gunnar

Arshi AksalsyahTuesday, 21 January 2020
Logo article
Ads

Kerap dapatkan hasil yang kurang baik sepanjang terbentuk roster Dota 2nya, organisasi esports Ninja In Pyjamas resmi melepaskan pemain midlanernya Nico "Gunnar" Lopez. Pemain muda kelahiran tahun 2000 ini bergabung dengan Ninja In Pyjamas ketika masa after TI Shuffle bulan September tahun lalu. Bersama Peter "ppd" Dager, Ninja In Pyjamas memulai debut DPC pertamanya pada MDL Chengdu Major Europa Qualifier.

Mengambil region Eropa, Ninja In Pyjamas tidak bisa berbicara banyak, timnya gagal lolos ke Major pertama dan terpaksa melalui jalur Minor. Berhasil lolos ke Main Event Dota Summit 11 Minor pun, Ninja In Pyjamas masih saja dapatkan hasil buruk.

Kembali mencoba memperebutkan slot Major kedua, kali ini Ninja In Pyjamas memilih region Amerika Utara sebagai markasnya. Segala usaha telah dilakukan, namun hasil tetap nihil, Gunnar dan kawan-kawn kembali gagal dan masuk ke jalur Minor lagi. Bermain di Minor kedua ternyata hasil tidak berubah, Ninja In Pyjamas hanya mampu mendapatkan posisi top 4-8.

Dengan hasil yang cukup buruk ini, akhirnya tanggal 20 Januari kemarin, organisasi Ninja In Pyjamas resmi umumkan perpisahan dengan Gunnar.

https://twitter.com/NiPGaming/status/1219273626685341701

Bersamaan dengan pengumuman ini, Ninja In Pyjamas secara terang-terangan kalau tindakan ini diambil demi masa depan roster Dota 2 yang lebih baik lagi. Hasil yang buruk dari setiap turnamen yang diikuti Ninja In Pyjamas mengharuskan adanya perubahan.

Sang Kapten, ppd ikut berkomentar :

"Gunnar bergabung dalam perjalanan ini sejak awal musim, dan dia sudah berkomitmen pada kami untuk terus berkembang sepanjang tahun. Dia adalah teman main yang baik dan orang yang menyenangkan"

"Kedepannya untuk NIP Dota 2, kami akan bermain kualifikasi selanjutnya di region Eropa dan akan menjalani beberapa trial bersama pemain carry professional untuk menggantikan Gunnar. Hal ini mungkin membingungkan untuk fans kami tapi tujuan kami adalah berkembang sebagai tim, menghadiri turnamen Minor dan mendapatkan posisi terakhir bukanlah cara menuju sukses. Dengan berpindah lagi ke region Eropa, kami akan berlatih secara konsisten melawan tim-tim terbaik dari EU & CIS, dan berfokus pada perkembangan tim daripada harus tergesa-gesa melakukan latihan boot camp selama 1 minggu sebelum kualifikasi atau turnamen LAN.

Photo via WESG

Pencarian pemain pengganti Gunnar pastinya akan memakan waktu, Ninja In Pyjamas harus bergegas untuk mengejar jadwal agar dapat menghadiri kualifikasi event Major ketiga yakni ESL One Los Angeles 2020.

Gunnar sendiri saat ini masih berstatus free agent dan belum ada kabar apakah akan kembali bermain menjadi pemain professional. Usianya yang baru 20 tahun, tentunya bisa memberikan waktu untuk berkembang lebih baik lagi.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos