Dota 2

IeSF World Championship 2019 Jadi Turnamen Terburuk Dota 2 Sepanjang Masa!

Rafdi Muhammad HabiburrahmanSaturday, 14 December 2019
Logo article
Ads

Selang 1 hari setelah turnamen International e-Sports Federation (IeSF) World Championship 2019 berlangsung, tampaknya turnamen tersebut berjalan dengan tidak baik.

Hal itu diungkapkan oleh peserta dari cabang Dota 2 bernama Alexander 'Nix' Levin, pemain asal Rusia yang mengatakan bahwa turnamen IeSF World Championship 2019 adalah turnamen Dota 2 terburuk yang pernah dia ikuti.

Nix bercerita melalui akun Instagram pribadinya. Dia mengatakan bahwa peserta harus mengunduh sendiri permainan Dota 2 dengan kecepatan unduh yang lambat.

Nix IeSF World Championship 2019
Sumber: Instagram Nix

Tidak cukup sampai disitu, Nix juga menjelaskan bahwa peserta harus mencari makanan dan air sendiri, serta mengatasi kesulitan teknis lainnya di turnamen ini.

Dia juga mengeluh tentang kurangnya bantuan dari penyelenggara dan tentang kesulitan menemukan tempat turnamen.

“Tidak ada yang bersama kami, tidak ada yang bisa membantu kami. Kami berlima di sini sendirian. Kami berjalan-jalan dan kami hampir tidak menemukan pusat komputer ini ... Tidak ada yang tahu bahasa Inggris atau Rusia." jelas Nix.

BACA JUGA: Susul Langkah Juventus, Manchester United Resmi Terjun ke Esports

IeSF World Championship 2019
Sumber: IeSF

Dia juga kemudian berbicara tentang kualitas PC dan kafe komputer yang buruk, dari mana mereka "dipaksa" untuk tetap bermain.

"Tidak mungkin bermain, tangan terluka. Layar freeze selama lima detik. Kami memiliki tiga pemain crash. Ketika Dota 2 crashes, untuk memulai kembali, anda harus menunggu 15 menit. Browser tidak berfungsi, tidak ada yang berfungsi.

"Mereka tidak memberi kami makanan, kami tidak makan pada hari kedua. Tidak mungkin makan di sini. Mereka nyaris tidak menemukan air; mereka memberi satu botol untuk lima orang.” jelas Nix.

https://www.youtube.com/watch?v=qHI8PsCwyF4

IeSF World Championship 2019 hadir dengan 20 tim Dota 2 dari seluruh dunia yang bersaing di dalamnya. Turnamen ini mempunyai total hadiah US$25.000 dan bertempat di Seoul, Korea Selatan.

Jika memang sampai separah itu, sepertinya lebih bagus turnamen-turnamen Dota 2 yang diselenggarain di warnet-warnet ya sobat Revival, hehe.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos