League Of Legends

Kasus Match Fixing, Tim LMS Dicoret dari Liga dan Dilarang Bermain!

Laurent VicThursday, 25 April 2019
Logo article
Ads

Match fixing adalah sebuah masalah yang menghantui kompetisi-kompetisi olahraga di dunia.

Tawaran sejumlah uang yang menggiurkan membuat beberapa orang mau melakukan match fixing meskipun mereka sadar bahwa resiko yang besar sudah menanti dan harga diri menjadi taruhan.

Kancah Esports juga tak luput dari match fixing. Beberapa kasus match fixing yang terkenal seperti 322, insiden iBUYPOWER, hingga pemain profesional StarCraft 2 Life yang ditangkap Kepolisian Korea Selatan karena match fixing adalah segelintir dari kasus match fixing yang terjadi di Esports.

tim lms dicoret
Ditengah-tengah puncak karirnya, Life harus berurusan dengan hukum karena Match-Fixing

Pada saat ini, kasus match fixing sudah bisa mulai ditekan berkat regulasi ketat yang diterapkan oleh setiap turnamen esports.

Hukuman yang berat juga diterapkan demi menjaga integritas kompetisi. Sayangnya, selalu ada celah sekecil apapun bagi oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan match fixing.

Baru-baru ini sebuah tim di League of Legends Masters Series (LMS) bernama Dragon Gate dicoret dari LMS dan dipastikan tidak akan lagi bisa berpartisipasi di liga resmi League of Legends regional Taiwan tersebut dikarenakan terjerat kasus match-fixing.

https://wp.revivaltv.id/jadwal-the-international-2019-telah-bocor/

Dilansir dari Invenglobal, investigasi yang dilakukan oleh Garena Taiwan dan Riot Games menemukan bahwa beberapa anggota Dragon Gate, dari pemilik tim hingga pemain terlibat dalam skandal match fixing.

Oknum-oknum tersebut adalah pemilik tim Hui Wei-Jie, Pelatih Fan Jian-Peng, Manajer Li Xin-Yu, dan Jungler Liu "JGY" Yang. Empat orang tersebut terbukti melakukan match fixing berdasarkan rekaman audio, video, chat log, dan interview dengan anggota Dragon Gate lainnya.

tim lms dicoret
Liu "JGY" Yang tidak bisa bertanding selama 18 bulan karena terjerat skandal Match-Fixing

Hukuman pun dijatuhkan kepada empat pihak. Hui Wei-Jie tidak diperbolehkan lagi mengoperasikan tim baik di liga profesional maupun amatir secara permanen di LMS, Fan Jian-Peng dan Li Xin-Yu tidak diperbolehkan berpartisipasi di turnamen selama 12 bulan,

Serta untuk JGY tidak diperbolehkan bertanding selama 18 bulan. Tim Dragon Gate juga resmi dicoret dari LMS dan tidak diperbolehkan lagi beroperasi di LMS.

BACA JUGA: PUBG Corp Raup Keuntungan 13 Triliun Rupiah di Tahun 2018!

Dicoretnya Dragon Gate dari LMS otomatis membuat tim pemuncak klasemen Elite Challenger League 2019 (liga kasta kedua region LMS) yakni SuperEsports dipromosikan ke LMS tanpa harus melalui laga promosi.

Editor: Yubian Asfar

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos