Ilya "Lil" Ilyuk: Bersama dengan Na'Vi Merupakan Musim Terburuk Sepanjang Karir

Yubian "Arnheim" AsfarWednesday, 25 July 2018
Logo article
Ads
Natus Vincere merupakan salah satu tim Dota 2 yang gagal melaju ke ajang The International 8 pada bulan Agustus 2018 mendatang. Mereka bahkan menuai hasil yang cukup buruk mengingat kalah melawan tim 'ecek-ecek' besutan ALOHADANCE di kualifikasi TI8. https://wp.revivaltv.id/dota-2/newbee-di-ti8/ Dengan hasil yang kurang memuaskan, beberapa pilar penting di Natus Vincere sempat angkat suara. Tak terkecuali sang CEO, dan tentu mega bintang Dota 2, Danil "Dendi" Ishutin yang menyurahkan isi hatinya dengan cuitan panjang. [caption id="attachment_41102" align="alignnone" width="662"] Ilya "Lil" Ilyuk di EPICENTER XL. Source: EPICENTER[/caption] Mari mengesampingkan soal pendapat Dendi dan sang CEO Na'Vi, karena kali ini Ilya "Lil" Ilyuk, sang Support 4 milik Natus Vincere juga mengutarakan pendapatnya melalui media tim Na'Vi via YouTube mengenai kondisi Na'Vi dan rangkaian performa Na'Vi di musim 2017/18. https://www.youtube.com/watch?v=xBYF7zSwlO8 Kali ini RevivalTV akan membagi beberapa poin penting dalam Bahasa Indonesia yang dapat dengan mudah kalian mengerti. Tanpa basa-basi, mari simak pendapat mantan punggawa Virtus.pro tersebut.

Mengenai Hasil Akhir Na'Vi

[caption id="attachment_39682" align="alignnone" width="870"]navi dota 2 nonaktif Ilya "Lil" Ilyuk. Source: VPGame[/caption] "Bagaimana saya menilai hasil akhir ini? Sangat buruk. Ini (bersama Na'Vi) merupakan musim terburuk sepanjang karir saya sebagai pemain profesional Dota 2. Beberapa orang mengatakan, termasuk Dendi, tentang beberapa hal yang mungkin mempengaruhi performa buruk kami. Kami tidak pernah menjadi sebuah tim meskipun dalam sebuah tim. Beberapa hal penting seperti; memberikan waktu bersama-sama karena kebutuhan sebagai sebuah tim. [caption id="attachment_41098" align="alignnone" width="800"] GeneraL di GESC: Indonesia Minor. Source: GESC[/caption] Situasi kami di Na'Vi sedikit berbeda, ada beberapa hal yang sepertinya palsu. Melakukan hal-hal tersebut karena suatu tuntutan, bukan karena rasa ingin tahu yang lebih. Saya pribadi sangat dekat dengan GeneraL, pemain yang baik. Mereka semua (pemain Na'Vi) baik, tetapi kami tidak dapat menemukan suatu sinergi."

Mengenai Periode Nonaktif Roster Dota 2

[caption id="attachment_39723" align="alignnone" width="662"] Yevhen "HarisPilton" Zolotarov, CEO of Natus Vincere[/caption] "Ini merupakan sebuah liburan, terlebih untuk mengistirahatkan pikiran dan moral pemain. Sangat sulit rasanya bila kamu berada di titik yang baik, dan kemudian semua berakhir buruk. Yang biasanya kami berada di puncak performa dan kemudian harus berada di performa terburuk. Memang sangat sulit untuk menemukan motivasi setelah hal tersebut. https://wp.revivaltv.id/dota-2/masa-depan-dendi-di-navi/ Kamu harus menguatkan mental dan optimis untuk ke depannya, dan itulah yang sedang saya lakukan sekarang."

Mengenai Sosok Crystallize

[caption id="attachment_41099" align="alignnone" width="662"] Crystallize di GESC: Indonesia Minor. Source: GESC[/caption] "Kami kurang lebih memiliki pola pikir yang sama, jadi saya melihatnya sebagai seorang teman. Tidak mengenai keseluruhan, tetapi lebih terfokus mengenai pola pikir dalam sebuah tim. Crystallize selalu menyetujui tentang pandangan pribadi saya, karena dia memang setuju bukan hanya karena ingin membenarkan pendapatku. Dia merupakan pemain yang kuat dengan kemampuan mikro yang baik dan dia juga sangat sering bermain. Yang saya suka bahwa dia merupakan pemain yang cukup baru di ranah esports Dota 2, dan dia menunjukan pribadi yang profesional. [caption id="attachment_41101" align="alignnone" width="600"] Ilya "Lil" Ilyuk di EPICENTER XL. Source: EPICENTER[/caption] Dia juga sangat tenang, tidak gampang emosi, tidak mudah marah, selalu fokus dan memberikan yang terbaik di setiap pertandingan. Bila dia terus bermain seperti itu maka akan menghasilkan peningkatan kepercayaan diri sebuah tim dan ini merupakan hasil yang baik. Saya yakin dia akan membantu untuk membentuk kepercayaan diri tim dan bila berhasil maka dia akan menjadi pemain Carry terbaik yang pernah ada. Karena berbicara mengenai pemain Carry terbaik sekarang, RAMZES666. [caption id="attachment_40739" align="alignnone" width="662"] RAMZES666 bermain di ESL One Birmingham 2018.[/caption] RAMZES666 memiliki beberapa kualitas sebagai seorang pemain Carry yang membentuk opini tim bahwa mereka percaya pada orang tersebut. Crystallize merupakan sebaliknya, dia tidak memiliki semacam karisma seperti RAMZES666."

Mengenai Posisi di Natus Vincere

[caption id="attachment_41100" align="alignnone" width="662"] Ilya "Lil" Ilyuk di EPICENTER XL. Source: EPICENTER[/caption] "Saya akan tetap bermain di posisi 4 sebagai support roaming. Kemungkinan saya tidak akan bermain di posisi 5 lagi. Saya tidak cukup menyukai hal tersebut, tidak merasakan atmosfer pertandingan. Saya lebih suka menyerang musuh langsung, tidak dengan melakukan warding. Saya merubah posisi murni hanya untuk Na'Vi. Saya mengalah agar kami dapat bermain baik, tetapi semua tidak bekerja sesuai rencana. BACA JUGA: Manager Tim EVOS Esports di AWC 2018: Jangan Salahkan Stand-In Tapi itu bukan hal yang sia-sia, salah satu posisi yang menarik untuk sebuah pengalaman. Intinya saya tidak akan bermain di posisi 5 lagi, tapi tentu ini semua tidak sia-sia. [caption id="attachment_41097" align="alignnone" width="780"] Ilya "Lil" Ilyuk di EPICENTER XL. Source: EPICENTER[/caption] Ketika kalian bermain sebagai hard support, kalian menaruh 70% fokus permainan untuk warding. Kalian bertugas menentukan letak dan pergerakan musuh. Sebagai contoh, bila seorang musuh melewati lokasi warding, kalian yang akan menentukan waktu kapan pemain tersebut akan melintas lagi untuk menaruh warding."
Lil memang sempat berubah posisi dari 5 ke 4 karena kedatangan velheor di roster Na'Vi. Ternyata hal ini tidak berbuah manis bagi performa Na'Vi yang terus menurun. [caption id="attachment_41103" align="alignnone" width="860"] Na'Vi Dota 2 di GESC: Indonesia Minor. Source: GESC[/caption] Lantas, hasil buruk Na'Vi pun membuahkan keputusan manajemen untuk mengistirahatkan divisi tersebut hingga berakhirnya gelaran The International 8. Dan pernyataan kontroversial sang CEO Na'Vi mengenai perubahan roster secara masif pun semakin menambah panasnya kondisi internal tim Natus Vincere.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos