Dota 2

Hengkang dari iG.Vitality, Meracle Kembali ke SEA dengan Resurgence

Yubian "Arnheim" AsfarTuesday, 10 July 2018
Logo article
Ads
Perubahan pemain merupakan hal yang cukup lumrah bagi ranah kompetitif esports dunia, tidak terkecuali dengan Dota 2. Setelah gelaran kualifikasi The International 8 usai, banyak perubahan yang terjadi dari tim yang gagal lolos, termasuk tim iG.Vitality. https://wp.revivaltv.id/dota-2/dota-summit-9/ Yup, Meracle atau pria dengan nama lengkap Galvin Kang Jian Wen asal Singapura ini sempat memperkuat tim tersebut. Namun Meracle harus keluar dari tim iG.Vitality pada tanggal 7 Juli 2018 lalu. Invictus Gaming sendiri merupakan tim veteran Dota 2 asal China. Namun sayang, iG.Vitality belum mampu lolos ke gelaran The International 8. Invictus Gaming sendiri mengirim 2 tim, namun iG.Vitality yang diperkuat kekuatan asal Singapura, Meracle harus gagal di kualifikasi tersebut. [caption id="attachment_40455" align="alignnone" width="662"] Meracle (paling kanan) saat memperkuat Fnatic.[/caption] Hasil yang kurang memuaskan mungkin menjadi faktor utama hengkangnya bintang Dota 2 asal Asia Tenggara tersebut. Berselang satu hari paska keluar dari iG.Vitality, Meracle justru mengumumkan tim barunya.

BACA JUGA: Tuai Hasil Buruk, Team Empire Resmi Berpisah dengan Ghostik

Tim yang memiliki roster asal Singapura ini menjadi pemberhentian berikutnya bagi Meracle. Resurgence yang merupakan organisasi esports asal Singapura telah resmi merilis susunan pemain Dota 2 mereka, antara lain:
  • Galvin “Meracle” Kang
  • Joel “Chibi” Chan
  • Teo “Tudi” Yao Wen
  • Wilson “Poloson” Koh
  • Paul “Barry” Tan
  • Nicholas “xFreedom” Lim (Pelatih)
[caption id="attachment_40452" align="alignnone" width="940"] Roster Resurgence divisi Dota 2. Source: Resurgence[/caption] Dilansir dari laman resmi Resurgence, tim tersebut memang telah mengincar divisi Dota 2 sejak lama. Jayf “Babael” Soh, CEO Resurgence, mengatakan, "lebih dari 9 bulan kami mencari tim profesional Dota 2 asal Singapura yang memiliki ide untuk mengembangkan mimpi dan komunitas Dota 2 lokal. Sejak 8 tahun sejarah game kompetitif, Singapura memiliki beberapa tim yang terdiri dari beberapa pemain Singapura. Dan tim-tim tersebut tampil memukau dan cukup sukses di level internasional, layaknya Team Zenith dan Team Faceless. [caption id="attachment_40451" align="alignnone" width="854"] Jayf “Babael” Soh, CEO Resurgence (tengah) di gelaran Heroes of the Storm. Source: Blizzard[/caption] Tetapi tim-tim tersebut telah disband dan (pemainnya) memilih jalur mereka masing-masing. Fans dan komunitas Dota 2 Singapura pun cukup kecewa dengan kejadian tersebut. Namun dengan akuisisi tim baru ini, Resurgence telah memiliki 9 tim dari 8 game berbeda dan memantapkan status sebagai organisasi esports terbesar di Singapura. Kami baru saja memasuki tahun kedua sejak pembentukan tim dan saya yakin roster ini akan menunjukan kesuksesan." Tutup sang CEO. [caption id="attachment_40454" align="alignnone" width="897"] Meracle saat memperkuat iG.Vitality.[/caption] Meracle sendiri juga mengutarakan tujuan dia di tim Resurgence, yaitu lolos The International 9. Dia juga mengatakan bahwa butuh beberapa penyesuaian untuk kembali bermain dengan roster Asia Tenggara. [caption id="attachment_39622" align="alignnone" width="960"]invictus gaming dota 2 ti8 Invictus Gaming tim utama lolos dan mendapatkan tiket ke TI8.[/caption] Resurgence juga belum mengumumkan terkait turnamen yang akan mereka hadapi. Namun kehadiran kekuatan baru berpotensi menambah panasnya ranah kompetitif Dota 2 Asia Tenggara, setidaknya setelah kehadiran TNC Tigers.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos