Counter-Strike

Ngobrol Bareng Pro Player Tim Australia Asal Indonesia, Willy "willyKS" Sugianto!

RevivalTVMonday, 9 July 2018
Logo article
Ads
Esports CS:GO di Indonesia, meski sepi turnamen, bisa dibilang sedang dalam masa keemasannya. Pasalnya, punggawa-punggawa Indonesia berhasil mengibarkan nama Indonesia di kancah Internasional. Sebut saja BnTeT dan xccurate yang sampai saat ini sedang memperkuat tim TyLoo asal China. Selain itu, mulai muncul talenta-talenta muda Indonesia yang mulai memperkuat tim-tim esports Indonesia, seperti Jason "f0rsakeN" Susanto ataupun Anlika "LurkZz" Putra Wahyoedi. Namun kali ini, kami mendapatkan kesempatan untuk berbincang-bincang dengan salah satu pemain professional asal Indonesia yang sekarang menetap di Australia, Wilson "willyKS" Sugianto. [caption id="attachment_40336" align="alignnone" width="759"] Image Credit: Gfinity AU[/caption] Sedikit tentangnya, Wilson merupakan warga negara Indonesia yang sekarang menetap di Australia. Ia pun telah memperkuat beberapa tim professional Australia, semisal Skyfire, ataupun yang terakhir Ground Zero. Kami akan berbincang-bincang sedikit mengenai keadaan esports di negeri kanguru, dan di negara kelahirannya, Indonesia.
Halo Wilson, boleh perkenalkan diri dahulu? "Nama saya Wilson Klein Sugianto. Saat ini saya berumur 21 tahun, dan IGN saya sekarang adalah willyKS, dan saya adalah pemain CS:GO professional." Sejak kapan kamu pindah ke Australia, dan mulai bermain sebagai professional player? "Saya mulai pindah ke Australia pada akhir tahun 2011, dan saya telah bermain di level professional CS:GO sekitar 2 tahun." Dapatkah kamu mendeskripsikan keadaan CS:GO scene di Australia saat ini? Dalam kancah professional ataupun scene lokalnya. "Jadi intinya, scene CS:GO di Australia saat ini dibagi menjadi 4 kategori. Amateur, Main, Invite, dan Pro. Di Pro level, ada "gap" besar yang memisahkan tim 4 besar dan tim di bawahnya. Scene CS:GO di Australia sedang berkembang pesat, ditambah dengan datangnya investasi yang akan membantu scene Australia terus berkembang." [caption id="attachment_40341" align="aligncenter" width="759"] WillyKS saat masih memperkuat tim Ground Zero Australia. Img Credit: Gfinity AU[/caption] Apaakah kamu pernah bermain di tim Indonesia sebelumnya? "Tidak. Walaupun begitu, saya telah bermain CS:GO sejak pertama keluar di tahun 2012." Sebelumnya, kamu telah menjelaskan bahwa scene Australia berkembang. Namun sampai detik ini, hanya beberapa tim Australia yang dapat menunjukan potensinya ke panggung internasional. Sedangkan tim lain tidak. Apa pendapatmu tentang itu? "Saya pikir AU perlu slot lebih tentunya (dalam event internasional). Saya pikir kita (AU) memiliki  kemampuan untuk bersaing, hanya kita perlu lebih terekspos. Misal, jika Grayhound, Chiefs, ORDER, atau Tainted Minds memiliki uang lebih untuk mengirim tim mereka ke benua lain, mereka dapat bermain dengan tim yang lebih sepadan. Dalam setahun, mungkin mereka dapat bersaing dengan tim top 20 di dunia." "Sedangkan seperti yang telah saya katakan,tim 4 besar di sini sangat jauh dibanding yang lain. Mereka mendapat beberapa masalah jika ingin berlatih dengan tim lain. Yang pertama, mereka hanya dapat berlatih dengan top 4 tim lain secara terus menerus, atau berlatih dengan tim yang lebih lemah secara keseluruhan." Apa pendapatmu tentang suasana komunitas CS:GO di Australia? Dan apakah ada turnamen di Australia yang digelar rutin untuk membantu talenta muda berkembang? "CyberGamer pada dasarnya menyediakan sarana untuk pemain baru. Mereka menyediakan 4 level kompetisi. Amateur, MainInvite, dan Pro. ESEA juga besar di sini. Saya pikir secara keseluruhan komunitas di sini lumayan, scene CS:GO Australia sangat berkembang. Kami juga memiliki Rank S dari ESEA, dan FPL dari Faceit, ditambah kompetisi seperti Gfinity mulai menginvestasikan uangnya disini." https://www.youtube.com/watch?v=pfeBz8c8fok Ok, mari kita lanjut ke bagian selanjutnya. Apakah kamu mengikuti scene CS:GO Indonesia? "Tidak begitu. Saya hanya tau Recca Esports, BnTeT dan xccurate yang sekarang di TyLoo. Saya hanya tahu itu. Scene kompetitif yang saya tahu di Indonesia hanya Point Blank karena saya sebelumnya bermain itu saat saya masih berada di Indonesia." Apa pandangan kamu sebagai pemain di tim Australia, perbedaan terbesar di scene AU dan Asia? Di segi permainan ataupun keseluruhan. "Dari apa yang saya dengar tentang tim-tim Asia, mereka cenderung bermain dengan mudah dan tidak terlalu memikirkan taktik game. Australia dulunya begitu namun karena banyak tim Australia yang pergi ke benua lain untuk belajar, mereka pun akhirnya mempengaruhi keseluruhan scene Australia. Sekarang scene AU menganggap sisi taktikal dari game ini sangat serius" "Saya juga melihat sebuah interview bahwa BnTeT tidak pernah mengikuti playstyle dari pemain Indonesia lain, namun bermain CS dengan seharusnya seperti playstyle pemain Eropa, dan itulah kemungkinan kenapa ia adalah salah satu pemain Asia dengan rating tertinggi saat ini."

BACA JUGA: Revival’s Special: Kondisi Esports Malaysia dan Indonesia di Mata Mohd ‘wanr0’ Syazwan

Beberapa hari lalu, Rex Regum Qeon mengumumkan mereka telah membuat tim CS:GO baru, dengan nama-nama besar seperti Machinegun, dispenser, dan DubsteP di dalamnya. Ditambah dengan 2 pemain Indonesia lainnya. Apa pendapatmu tentang ini? Apakah akan berefek baik terhadap scene Indonesia? "Di atas kertas, RRQ adalah tim yang bagus. Mereka memiliki pemain terbaik di kelasnya. Namun sejujurnya itu adalah resiko yang besar. Sama seperti BnTeT dan xccurate yang mengambil resiko. Jika mereka tidak melebur sebagai tim maka tim ini tidak akan berjalan. Pemain-pemain ini perlu berpikiran terbuka dan memiliki mental yang kuat. Mereka perlu sabar dan tidak membiarkan kekalahan berefek besar bagi mereka. Jika mereka bisa melakukan semua itu, maka ya, mereka mungkin dapat merebut top 5 di Asia." [caption id="attachment_40342" align="aligncenter" width="640"] Pengumuman Rex Regum Qeon terkait roster CS:GO barunya. Img Credit: Facebook RRQ.[/caption] Apakah kamu memiliki pesan untuk pemain Indonesia yang ingin memasuki scene profesional di Indonesia? Saya akan mengatakan tetap fokus, jangan biarkan orang lain menjatuhkanmu. Esports scene sedang sangat berkembang, dan jika kamu cukup baik, menjadi professional gamer adalah pekerjaan yang sah sekarang. Jadi ya, jangan pernah menyerah. Ok, kita masuk ke bagian terakhir. Setelah kamu meninggalkan Ground Zero, apakah kamu memiliki keinginan untuk bergabung dengan tim lain di Australia? "Ya. Saya masih sangat ingin berkompetisi. Saat ini, timingnya sangat disayangkan karena saat ini kita berada di tengah-tengah musim. Tetapi bagaimanapun saya akan kembali ke scene ini secepatnya." [caption id="attachment_40345" align="aligncenter" width="759"] Wilson akan segera kembali bermain di level professional Australia. Img Credit: Gfinity AU.[/caption] Apakah kamu berencana suatu hari kamu akan kembali ke Indonesia dan bergabung dengan salah satu tim Indonesia? "Saya telah pindah secara permanen ke Australia, kecuali ada tim Indonesia yang menawari saya tempat di timnya, kemungkinan tidak hahaha. Tapi semuanya mungkin terjadi." Selain itu, sebelum kita menyelesaikan interview ini, apakah kamu memiliki kata-kata atau salam kepada teman teman di Indonesia? "Well, semoga kita dapat melihat makin banyak pemain Indonesia yang bermain di kancah tertinggi seperti BnTeT, dan semoga RRQ berjalan dengan baik dan dapat mewakili Asia di kancah dunia."
Itulah sedikit bincang-bincang singkat kami bareng WillyKS. Mari kita tetap dukung Wilson dalam perjalanan karirnya di Australia. Kamu juga dapat mendukung WillyKS dengan follow Twitternya untuk mendapat informasi terkini tentangnya. Mari kita harapkan esports di Indonesia terus berkembang dengan melahirkan talenta talenta baru!
Diedit oleh Yabes Elia

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos