Dota 2

[Profil] Topson, dari Sekolah Koki hingga Menjadi Pemain Dota 2 Profesional

Ananta ZulqurtubiTuesday, 27 August 2019
Logo article
Ads

Siapa sih yang sekarang tidak mengenal Topias Miikka "Topson" Taavitsainen khususnya bagi kalian penggemar berat game Dota 2? Pemain midlaner sekarang bermain untuk tim OG memang sukses menjadi milyader berkat 2 kali kemenangannya pada ajang The International.

Tapi, mungkin sedikit dari kalian yang mengetahui perjuangan yang Topson lakukan untuk mampu berada di titik yang sekarang. Ada pengorbanan yang harus ia lakukan untuk menggapai impiannya sebagai pemain profesional.

Dilharikan di negara Finladia Utara, Topson kecil tumbuh dan besar bersama 5 saudaranya. Pada umur 8 tahun, Topson untuk pertama kalinya mencoba game Dota yang dikenalkan oleh kakaknya yang 7 tahun lebih tua.

topson
Sumber : WESG

Memiliki hobi baru, orang tua dari Topson pertamanya melihat hal ini sebagai sebuah masalah. Berbagai usaha seperti mengambil peralatan gaming dan bahkan koneksi internet dilakukan agar anaknya berhenti bermain game.

Bukan Topson namanya kalau gampang menyerah, ia pun tetap menggeluti hobi baru ini bahkan pemain berumur 21 tahun ini memutuskan untuk keluar dari sekolah koki karena berpikir ia memiliki peluang untuk menjadi pemain profesional dengan skill yang dimilikinya.

Bergabung dengan tim Oogway di tahun 2016, karir Topson akhirnya dimulai. Tapi sayangnya, dari 4 turnamen amatir yang diikutinya mereka selalu harus puas finis di posisi terakhir.

topson
Sumber : WePlay

Walaupun masih belum sekalipun meraih juara, permainan apik yang Topson bawa akhirnya membuat salah satu tim esports asal Rusia, SFTe-sports tertarik untuk meminangnya dan inilah awal sesungguhnya dari karir profesional dari Topson.

Memiliki peningkatan, akhirnya Topson yang tahun 2017 kala itu berhasil mencicipi juara untuk pertama kalinya. Tidak hanya sekali, bahkan bersama SFTe-sports ia mampu meraih 2 kali juara pada turnamen ProDota Cup Europe.

Sayangnya, karena adanya suatu masalah pada tim, akhirnya seluruh punggawa termasuk Topson harus berpisah dengan SFTe-sports yang telah terjalin selama kurang dari 2 bulan, membentuk tim baru yang diberi nama No Rats.

topson

Dengan nama baru ini, Topson kembali harus melempem dalam urusan prestasi. Dari 5 kali keikutsertaan turnamen ia bahkan tidak pernah menjuarai satupun serta 1 turnamen lain timnya memutuskan undur diri.

Masih haus prestasi, akhirnya Topson bergabung dengan tim 5 Anchors No Captain yang merupakan gabungan dari 5 pemain Finlandia dengan ada Trixi di dalamnya.

Permainan apik yang kembali Topson tampilkan pada tim 5 Anchors No Captain, akhirnya sampai ke telinga jajaran tim OG yang akhirnya mengantarkan ia untuk bermain pada tim yang masih bela ia sampai sekarang pada Juni 2018.

Mungkin kalian ada yang belum menyadari ini, tapi prestasi yang berhasil Topson bawa bersama tim OG adalah dengan langsung berlangsung menjadi jawa pada The International 8. Tak hanya itu, bahkan trofi keduanya juga merupakan juara TI9 yang notabene adalah turnamen kelas dunia.

topson

Bergabung bersama OG pulalah, akhirnya pandangan orang tua Topson mengenai game berubah 180 derajat. Dari yang mencoba untuk menghilangkan hobi game yang ditekuninya anakanya dulu, Mereka akhirnya sadar betapa besar esports sekarang dan bahkan tidak pernah ketinggalan untuk menonton permainan anak kesayangannya.

Satu lagi fakta unik yang mungkin kalian belum tahu, pada saat bergabung bersama OG Topson hanya memiliki penghasilan esports senilai USD$ 3000 yang sekarang berhasil naik ratusan lipat dengan total penghasilan sekarang yaitu USD$ 5,410,036.37.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos