Dota 2

Tanggapi Konflik forZe dan Pemain, ALOHADANCE: 80 Persen Organisasi Tidak Bermoral

Rafdi Muhammad HabiburrahmanSaturday, 21 March 2020
Logo article
Ads

Salah satu pemain asal wilayah CIS (tepatnya asal Ukraina) yaitu Ilya "ALOHADANCE" Korobkin mengomentari masalah divisi Dota 2 forZe yang memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak pemainnya, alias dibubarkan.

Dalam VKontakte ALOHADANCE, dirinya menjelaskan bahwa sebagian organisasi esports tidaklah jujur, dan pemain tidak bisa melawan organisasi esports tersebut karena terhalang kontrak yang pemain tersebut sudah tanda tangani.

"Sayangnya di wilayah kami (CIS) atau mungkin di seluruh (judul) esports, 80 persen organisasi esports tidak bermoral. Ketika situasi kritis datang, orang-orang tidak menepati janji mereka dan hanya khawatir tentang keuntungan mereka dan "wajah" mereka.

Alohadance
Sumber: ESTNN

"Tidak ada yang bisa mengatakan apa-apa tentang ini, karena dalam setiap kontrak ditulis bahwa bahkan setelah pemutusan kontrak, anda harus mengatakan tidak ada yang buruk sama sekali selama beberapa tahun.

Anda tidak tidak dapat berbicara tentang organisasi ini, dan bahkan ketika orang secara terbuka membuat pengumuman tentang apa keburukan saya, saya harus duduk diam dan membaca komentar tentang betapa buruknya saya," ujar ALOHADANCE.

"Setelah itu, masih ada pembicaraan yang banyak pemain lakukan dan mari kita beri kebebasan untuk organisasi, seperti dalam olahraga besar, itu lucu untuk ditonton semua orang.

BACA JUGA: Gabe Newell Ungkap Pilihan Gim Favoritnya Hingga Alasan Mengapa Artifact Gagal

Tetap hanya percaya bahwa dalam waktu dekat mereka yang berada di puncak organisasi akan menjadi orang yang kompeten," terang ALOHADANCE seperti dikutip dari cybersport.ru.

ALOHADANCE
Sumber: Liquipedia

Pada tanggal 19 Maret 2020 lalu, tim asal Rusia yaitu forZe memutuskan untuk menyudahi kontrak dengan pemain divisi Dota 2 mereka. Menurut beberapa rumor yang ada, alasan divisi Dota 2 forZe dibubarkan adalah karena Egor “19teen” Lexutin mempunyai konflik internal dengan organisasi dan sponsor resminya.

Kemudian masalah berbuntut panjang karena 19teen melakukan toxic ketika sedang melakukan pertandingan pub yang diduga telah merusak citra forZe yang kemudian LUKOIL, salah satu sponsor organisasi, mendenda klub dengan 1 juta Rubel (mata uang negara Rusia).

Tentunya dengan ALOHADANCE yang membela pemain forZe, pasti ada sesuatu yang salah terhadap kerja organisasi esports, terutama forZe yang dianggap tidak jujur kepada para pemain.

Editor: Yubian Asfar

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos