Counter-Strike

Tiongkok Melarang CS:GO, Benarkah?

Rafdi Muhammad HabiburrahmanFriday, 26 April 2019
Logo article
Ads

Bulan April ini tampaknya menjadi bulan yang sulit untuk CS:GO, salah satu game bergenre FPS.

CS:GO tampaknya sedang mengalami potensi konflik di Tiongkok terkait konten kekerasan dalam game.

Hal itu dikarenakan Tiongkok sedang gencar-gencarnya melakukan campaign terhadap video game yang kontroversial alias memberikan dampak buruk, dan salah satunya adalah CS:GO.

Hasil gambar untuk csgo
Sumber: Foxsports

CS:GO telah dicabut pelarangannya pada Februari 2019 setelah disetujui oleh State Administration of Radio and Television (SART) Tiongkok.

Menurut TechCrunch, konten terlarang mencakup segala sesuatu yang menggambarkan darah dalam bentuk apa pun dan mayat.

Sebelum penerbit dapat menjual video game mereka di Tiongkok, ia harus menerima lisensi dari SART. Setelah itu, terserah pemerintah untuk menyetujui atau menolak permintaan untuk menerbitkan game di Tiongkok.

https://www.youtube.com/watch?v=EgJtHuNCkQA

Yang berarti setiap video game yang ingin diterbitkan di Tiongkok akan diteliti untuk memastikan memenuhi standar nasional.

Untuk mematuhi peraturan baru yang diberlakukan oleh SART, CS:GO harus merubah atau meminimalkan tampilan darah dan mayat yang bertentangan dengan standar nasional Tiongkok.

Ini bukan pertama kalinya game seperti CS:GO menjadi target peraturan Tiongkok yang ketat. Pada tahun 2017, serangkaian skin senjata disensor, dan pada tahun 2000, semua game konsol dilarang karena kekhawatiran akan efek negatif pada perkembangan anak-anak.

Sumber: Esports Talk

Bagaimana tanggapan sobat Revival mengenai standar nasional dari Tiongkok yang harus diterapkan oleh developer game? Apakah bagus ataukah justru tidak masuk akal?

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos