Guides

Tips Melakukan Teamfight di Mobile Legends

Suluh Anugerah WidyotomoSunday, 21 April 2019
Logo article
Ads

Bukan MOBA namanya apabila tidak ada sesi pertarungan besar 5 lawan 5, meski yang terpenting dalam MOBA adalah push dan farm, tim musuh akan selalu menghadang kalian mendapatkan keunggulan. Disinilah teamfight kerap terjadi.

Saat melaksanakan teamfight biasanya pemain beranggapan bahwa yang mengeluarkan ability paling banyak adalah pemenangnya, ini adalah anggapan yang salah mengenai teamfight. Aksi "tawuran" dalam MOBA ini memiliki seni tersendiri, tidak sekadar mengeluarkan ability terus menerus.

sumber: duniaku

Belum lagi dalam pertandingan MOBA on-the-go seperti Mobile Legends yang hanya berlangsung selama kurang dari 15 menit, pertempuran bisa meletus kapan saja dengan selang waktu yang pendek.

Maka dari itu, kali ini RevivalTV akan memberikan beberapa tips agar kalian dapat lebih mengenali teamfight dalam Mobile Legends dan memenangkannya. Langsung saja kita terjun ke poin-poinnya.

1. Positioning

sumber: metaco

Positioning merupakan hal krusial yang harus dikuasai oleh pemain Mobile Legends terutama pengguna hero dengan HP kecil layaknya marksmen, assassin dan mage.

Berbeda dari tank dan fighter yang harus berada di garis depan dengan tank berperan sebagai pembuka teamfight kemudian dilanjutkan oleh fighter. Setelah kedua hero tersebut barulah mage, assassin, dan marksmen memasuki pertempuran.

Ketiga tipe hero tersebut memiliki ketahanan yang rapuh, salah langkah sedikit saja bisa berakibat fatal bagi mereka dan mungkin berakhir dengan tim kalian menelan kekalahan.

Maka dari itu mage dan marksmen harus berada di garis belakang sembari memberikan damage sebanyak-banyaknya. Apabila waktunya sudah tepat, assassin segeramemasuki teamfight sebagai penutup, menghabisi musuh yang tersisa.

2. Kenali Waktu Penggunaan Ultimate yang Ideal

sumber: duniagames

Salah satu kesalahan yang kerap ditemui dalam teamfight adalah timing dari penggunaan ultimate.

Tiap hero memiliki karakteristik ultimate yang berbeda-beda, beberapa ada yang wajib menggunakan ultimate guna memulai teamfight layaknya Johnson, Gatotkaca, dan Lolita.

Namun ada juga hero dengan ultimate yang lebih berguna apabila digunakan menjelang akhir teamfight dimana hero musuh mulai kehilangan banyak HP. Contoh hero dengan ultimate pamungkas adalah Martis, Saber, Ruby, dan Yi Sun Shin.

Selalu kenali hero andalanmu dan latih terus penggunaan ultimate dalam teamfight agar dapat membalik keadaan dan membawa tim kalian pada pintu gerbang kemenangan.

3. Kenali Komposisi Tim Kamu

sumber: EsportsID

Dalam Mobile Legends, kalian tidak akan selalu mendapatkan tim berisi hero dengan kemampuan perang tingkat tinggi. Adakalanya dimana kalian mendapat tim dengan kelebihan dari segi push atau duel.

Apabila ini skenario yang terjadi, maka menghindari pertempuran dan mengoordinasikan splitpush adalah keputusan yang bijak. Memaksa teamfight dengan komposisi tim seperti itu hanya akan menimbulkan rasa frustasi dan memberikan keunggulan pada tim musuh.

Lakukan apa yang dapat dilakukan dengan baik oleh timmu. Lagipula, 100 kill pun tidak akan membawa kemenangan kalau kalian tidak pernah melakukan push.

4. Jangan Bertempur hingga Titik Darah Penghabisan

sumber: mineski

Satu lagi kesalahan fatal yang kerap ditemui dalam pertandingan rank bawah, teamfight bukan berarti tiap tim harus terus beradu hingga satu tim kehilangan semua anggotanya.

Adakalanya sebuah tim harus mundur dari pertempuran untuk mencegah feeding dan memberikan musuh lebih banyak keunggulan dari sebelumnya.

Ini merupakan strategi yang kerap ditemui dalam pertandingan profesional, pemain profesional mampu membaca kemana arah sebuah pertempuran bahkan sebelum satu pemain tumbang, saat dirasa terlalu memaksa, mereka akan memilih untuk mundur dan bertahan sembari farming daripada memaksa teamfight yang akan menguntungkan tim musuh.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos