Topson Berbicara Tentang Kesan Jadi Juara Bertahan The International

Yubian "Arnheim" AsfarWednesday, 24 June 2020
Logo article
Ads

Topias "Topson" Taavitsainen, mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kalian para pecinta Dota 2, apalagi yang mengikuti scene kompetitifnya.

Topson atau yang biasa kita kenal dengan Godson ini adalah pemain profesional Dota 2 yang memiliki rekor kemenangan hingga 100% di panggung The International.

Dengan prestasinya tersebut, kemungkinan tidak akan bisa dipecahkan begitu saja dalam waktu dekat ini. Juga, prestasi serta perjalanan karirnya akan menjadi sejarah yang selalu diingat pecinta Dota 2.

Dilansir Cybersport, Topson belum lama ini menceritakan tentang bagaimana pengalaman lockdown yang berdampak pada latihannya, bahkan ada kemungkinan bisa mengganggu karirnya di scene kompetitif Dota 2.

Bukan hanya itu saja, ia juga membahas apa saja yang harus ia lakukan untuk menjadi pemain profesional dan bisa terus berada di puncak permainan.

Menurutnya, berkarier di ranah kompetitif artinya kita harus berani mengorbankan segalanya. Agar bisa tetap konsisten selama bertahun-tahun, ia harus bisa melupakan segala kegiatannya seperti pergi jalan-jalan, melanjutkan pendidikan sampai dengan mengorbankan cita-cita lainnya.

topson juara beruntun ti 1

Akan tetapi, bukan hanya itu saja. Saat berhasil masuk ranah esports, kita tidak boleh hanya membanggakan diri sendiri, perlu usaha yang sangat keras untuk bisa tetap bersaing.

Kesuksesan kita dalam bermain game bergantung pada berapa lama menghabiskan waktu untuk berlatih di game tersebut. Akan tetapi, kebanyakan setidaknya memerlukan waktu sekitar 8 jam di game Dota 2 untuk tetap menjaga micro macro agar tetap terasah.

Sebagian orang mungkin mengatakan ingin rehat di ranah kompetitif ini. Namun bagi Topson, saat beristirahat ia bisa jadi gila jika memikirkan bahwa ada orang lain di suatu tempat yang sedang berlatih keras sedangkan ia menghabiskan waktunya di luar. Perasaan tersebut membuatnya stress dan malah ingin menambah jam latihannya.

https://wp.revivaltv.id/mixer-tutup-ninja-dan-istri-berikan-donasi-untuk-content-creator/

Menurut Topson, kelemahan paling besar menjadi pemain profesional adalah keharusan untuk menghabiskan banyak waktu pada game tersebut.

Hal yang membuat ia termotivasi untuk tetap bermain adalah karena kecintaan yang besar terhadap game itu sendiri, lalu karena rasa senang saat menemukan strategi yang baru, setelah itu karena semangat kompetitif yang ada di dalam dirinya.

Ia pernah membayangkan bagaimana kehidupannya akan berjalan jika ia berhenti dari ranah kompetitif Dota 2 setelah TI9, namun ia sadar, bahwa ia masih mencintai Dota 2. Bahkan, Topson juga mencintai ranah kompetitif Dota 2.

Ia juga berkata bahwa akan berhenti jika Dota 2 berhenti memberinya rasa nyaman atau ketika terjadi perselisian di tim dan ketika kehilangan semangat untuk berkompetisi. Sebelum hal itu terjadi, Topson akan terus melakukan yang terbaik.

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos