Others

UU ITE dan Bahayanya untuk Fans yang Toxic

Rafdi Muhammad HabiburrahmanMonday, 27 May 2019
Logo article
Ads

Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) menjadi bahan pembicaraan pada saat setelah mengalami revisi pada tahun 2016.

Menurut Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) seperti dikutip dari Tirto.id (18/10/2018) mencatat bahwa hampir setengah kasus UU ITE menggunakan pasal pencemaran nama baik sebagai dasar pelaporan.

Peluang untuk terlepas dari jeratan UU ITE bisa dibilang sangat kecil, ketika kasusnya sudah masuk ke dalam proses pengadilan.

Infografik Periksa Data Pelapor dan Korban UU ITE
Sumber: SAFEnet

Spesifik ke Pasal 27 ayat 3 UU ITE menyebutkan bahwa:

  • Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik dapat dipidana paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 750 juta.

Pasal ini bisa dianggap berbahaya bagi sobat Revival yang suka toxic kepada para pemain dengan menuduh-menuduh tim atau pro player dengan tuduhan seperti 322, atau tuduhan-tuduhan lainnya.

Hasil gambar untuk 322
Sumber: Knowyourmeme

Tuduhhan-tuduhan seperti 322, atau tuduhan yang menghina sudah tidak asing lagi kita temui di live chat ataupun komentar di akun-akun milik pro player tersebut.

Beruntungnya tim dan pro player yang sering dituduh tidak terlalu menganggap serius tuduhan ataupun jokes yang dilontarkan oleh netizen.

Tetapi, jika tuduhan tersebut semakin berbahaya bagi nama organisasi esports (tim) ataupun pro player bukan tidak mungkin, mereka bisa menuntut netizen dengan UU ITE tersebut.

Oleh karena itu, mulailah menjadi fans esports yang baik dan sehat, jangan sampai jarimu membawamu ke jeruji besi ya sobat Revival!

Share this Article

Ads

Tags Populer

Ads
Home
News
Competition
Live Score
Videos