Setelah sempat mengalami kekalahan dari EVOS, akhirnya RRQ Hoshi berhasil raih kemenangan perdana di MPL ID S18 ketika berjumpa dengan DEWA United Esports di hari kedua week 1, Sabtu, 15 Agustus 2026. Sedikit banyak, ini bisa didapat Sang Raja berkat permainan Moskov Arthur yang begitu menggila, meski kemenangan diraih dengan cara yang cukup dramatis.
Pada pertandingan ini, RRQ Hoshi mampu unggul terlebih dahulu usai menenangi game 1 dengan cara yang cukup superior. Dominasi yang dilakukan sejak awal oleh Demonkite dkk. sukses membuat mereka mengendalikan permainan lebih banyak dan memastikan kemenangan saat permainan baru memasuki menit ke-14.
Namun di game kedua, DEWA United tampil mengejutkan. Mereka mampu memberikan perlawanan sengit. Mereka menjadikan Brody yang dimainkan Arthur sebagai target utama untuk dijatuhkan demi mengurangi power RRQ secara signifikan dan berhasil memastikan kemenangan di menit ke-19.

Berlanjut ke game 3, DEWA United sukses merepotkan RRQ sejak early hingga late game, dengan margin keunggulan yang cukup besar. Namun tidak tersentuhnya Moskov Arthur sejak awal menjadi bumerang baru DEWA, karena sang goldlaner berhasil menjadi penentu bagi RRQ untuk membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan di menit ke-22.
Di match ini, Arthur memainkan Moskov sebanyak dua kali pada game 1 dan 3. Dari kedua game tersebut, dirinya tidak pernah bisa dijatuhkan oleh pemain DEWA, sehingga bisa terus melakukan farming dan mendapatkan item-item yang dibutuhkan dengan cepat dan memberikan dampak bagi tim di late game.
BACA JUGA: Alter Ego Libas Navi 2-0, Affan: Kami Kaget dengan Valentina Roam
RRQ Hoshi Raih Kemenangan Perdana, Arthur Ungkap Perbedaan di Match Lawan EVOS

Hasil menghadapi DEWA ini tidak hanya membuat RRQ Hoshi raih kemenangan perdana, tetapi juga menunjukkan peningkatan pemainan yang cukup signifikan jika membandingkan performa mereka di match pertama menghadapi EVOS.
Setelah pertandingan, Arthur mengungkapkan sedikit perbedaan dari timnya yang ia rasakan, di mana para pemain RRQ Hoshi seakan takut untuk melakukan sebuah inisiasi dan permainan ketika menghadapi EVOS. Sementara di match menghadapi DEWA, hal tersebut berubah dan berhasil memberikan dampak besar dalam gameplay mereka.
“Kalau kemarin (menghadapi EVOS) yang saya lihat, mungkin (para pemain) mainnya belum berani membuat gerakan. Sementara di hari ini sangat berbeda. Semuanya sudah pada berani bermain,” ucap Arthur.
Selain mengungkapkan perbedaan performa tim ketika menghadapi EVOS dan DEWA, salah satu hal yang paling menarik dari Arthur adalah perpindahan role yang dilakukan setelah sempat rehat beberapa waktu, di mana ia sebelumnya bermain sebagai jungler, tetapi kini melakukan comeback ke scene kompetitif sebagai goldlaner.
Mengenai hal ini, Arthur pun mengungkapkan kendala yang ia rasakan setelah memutuskan berpindah role. Terlebih pemain yang sebelumnya memiliki IGN Sutsujin ini mengaku bahwa pindah ke goldlane ini bukan 100 persen keinginan peribadinya, tetapi untuk memenuhi kebutuhan tim.
“Tantangannya, banyak sih. Mungkin karena sama-sama main sebagai core, jungle dan gold lane, jadi tidak terlalu lama untuk beradaptasinya. Saya masih dalam tahap penyesuaian dan masih belajar dari pemain-pemain lain,” kata Arthur.
“Mungkin yang paling sulit dari apa yang saya rasakan itu dalam hal laning-nya sih. Dari laning-nya, kita harus merasakan main heronya beda-beda terus kan. Jadi dari scrim, saya kebanyakan belajar laning terus,” tuturnya.
