Week 4 ajang Mobile Legends: Bang Bang Professional League Indonesia (MPL ID) Season 18 menyajikan sebuah kejutan besar yang tak terduga, di mana EVOS beri kekalahan perdana Bigetron by Vitality dengan skor 2-1. Pertandingan ini pun berlangsung sangat seru, sengit, dan dramatis untuk disaksikan penggemar.
Pertemuan antara dua tim raksasa yang saat ini memiliki nasib yang cukup bertolak belakang ini menghasilkan salah satu pertandingan paling mendebarkan musim ini. Bigetron by Vitality datang ke arena dengan dada membusung, mengantongi rekor sempurna berkat lima kemenangan beruntun yang menempatkan mereka di puncak klasemen sementara hingga week 3 MPL ID S18.
Di sisi lain, EVOS melangkah dengan beban berat di pundak. Kekalahan telak 0-2 dari Alter Ego di laga sebelumnya membuat mereka terseok-seok di papan bawah klasemen, setelah hanya mampu mengamankan dua kemenangan dari lima laga pertama. Namun, di atas panggung MPL, statistik di atas kertas sering kali berhasil dipatahkan.

Pada game pertama, Bigetron langsung memamerkan kedisiplinan tingkat tinggi dan mendikte tempo sejak fase early game. Tidak ada ruang bagi EVOS untuk bernapas apalagi melakukan jual beli serangan.
Dengan rotasi yang rapi dan objektif yang diamankan secara konsisten, Bigetron perlahan namun pasti meruntuhkan pertahanan EVOS, meski sang Macan Putih sempat memiliki peluang untuk melakukan come back. Sang Robot Merah pun sukses menutup game pertama ini dengan cukup nyaman di menit ke-16.
BACA JUGA: Alokasi Slot M8 World Championship Resmi Diungkap MOONTON Games
Ketahanan Mental Jadi Penentu EVOS Beri Kekalahan Perdana Bigetron

Kekalahan di game pertama tidak menjatuhkan mental juara milik EVOS. Tak hanya mental, ketahanan para pemain Macan Putih pun benar-benar diuji, karena mereka mendapatkan banyak tekanan sebelum mendapatkan momentum membalikkan keadaan dalam sebuah maraton drama epik berdurasi 31 menit!
Di game kedua ini, Bigetron kembali mampu memegang kendali di awal permainan, dan mencoba mengulang skenario yang mereka mainkan seperti di game pertama. Menolak menyerah, EVOS pun mampu memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan berubah menjadi ajang tarik ulur keunggulan yang memompa adrenalin.
Ketegangan memuncak pada perebutan Lord kelima yang rupanya menjadi momentum emas bagi EVOS. Melalui sebuah keputusan shotcall yang berani dan terkesan memaksakan diri, EVOS mengabaikan risiko besar untuk ter-wipe out dengan langsung menabrak dan melakukan teamfight di depan base turret lawan.
Beruntung bagi EVOS, agresivitas luar biasa dari Erlan yang menggunakan Melissa menjadi penentu. Ia sukses mengoyak dan menghabisi HP base turret Bigetron secara dramatis untuk membuat permainan menjadi sama kuat 1-1 dan berlanjut ke game penentuan.

Memasuki game ketiga, arah angin bisa dibilang berpindah tangan, karena kini giliran EVOS yang mampu menguasai jalannya di fase early game. Permainan super agresif dari Nnael yang melayang lincah menggunakan Fanny sukses memporak-porandakan formasi lawan, tetapi ia juga beberapa kali berhasil dijatuhkan lawan yang menjadi kerugian bagi Bigetron.
Meski demikian, Bigetron mampu membalikkan keadaan untuk memberikan tekanan kepada EVOS. Keunggulan ini setidaknya berhasil dipertahankan Nnael dkk. hingga menit ke-14, ketika perebutan Lord kedua terjadi.
Dalam pertarungan ini, Bigetron berhasil mengamankan Lord, tetapi satu demi satu para pemain mereka berhasil dijatuhkan EVOS, hingga hanya menyisakan Morenoo seorang diri dengan Selena-nya. Ketidakberdayaan sang mid laner untuk menahan gempuran lawan membuat EVOS bisa dengan cukup nyaman menyelesaikan permainan di menit ke-15 dan memastikan kemenangan reverse sweep atas lawan yang belum terkalahkan.
Hasil ini membuat EVOS berhasil bergerak naik di papan klasemen sementara ke #5 dengan rekor Match W-L 3-3, melangkahi ONIC yang pada pertandingan sebelumnya juga mendapatkan hasil yang mengejutkan setelah dikalahkan DEWA United Esports dengan skor 1-2.
