Midlaner Alter Ego, AE Dalvin, mengaku merasakan adanya perbedaan yang cukup besar dari permainan ONIC setelah terjadinya pergantian di role midlaner. Namun player yang dikenal dengan IGN Hijumee tersebut tetap menyebut ONIC sebagai tim yang kuat dan sulit untuk ditaklukkan.
Midlaner andalan ONIC, SANZ, harus absen di week 5 MPL ID S18 karena sedang sakit, dan perannya di dalam tim digantikan oleh SSAMUEL. Hal ini cukup mengejutkan, mengingat role utama sang pemain pengganti adalah roamer.
Namun, ONIC tidak memiliki alternatif lain untuk digunakan karena hanya SSAMUEL yang tersedia untuk digunakan di dalam roster mereka. Mungkin, ada juga opsi lain dengan memainkan SSAMUEL sebagai roamer dan menggeser Kiboy ke midlaner, tetapi keputusan staf pelatih sudah diambil, di mana SSAMUEL yang tampil menggantikan SANZ.
Hasilnya, ONIC harus menderita dua kekalahan di week 5 MPL ID S18. Mereka takluk dari Geek Fam dengan skor 1-2, sebelum di match terakhir harus tumbang dengan skor 0-2 di tangan Alter Ego. Meski kalah dua kali, sebenarnya ONIC tetap mampu menunjukkan kualitas permainan yang tinggi, meski harus mengakui bahwa tim lawan bermain lebih baik.
AE Dalvin Akui Bakal Sangat Sulit Bagi Player Roam Pindah Begitu Saja ke Midlane

Bermain sebagai midlaner di panggung sebesar MPL Indonesia bukanlah perkara mudah bagi SSAMUEL yang sejatinya memiliki peran asli sebagai seorang roamer. Transisi posisi dalam waktu singkat di level kompetisi tertinggi tentu menjadi tantangan masif.
Hal ini turut diamini oleh midlaner AE Dalvin, yang berhadapan langsung dengan SSAMUEL di area tengah Land of Dawn. Menurut Dalvin, absennya SANZ jelas memengaruhi ritme permainan ONIC, tetapi di sisi lain ia sangat memaklumi kesulitan yang dialami oleh SSAMUEL, a[alagi juga mengingat bahwa trio mid sering kali menjadi poros utama Sang Raja Langit dalam menjalankan gameplay tim.
“Mungkin dalam hal perbedaan, pasti ada lah. Pastinya, dia dari roam pindah ke mid itu bakal susah banget, apalagi jantung permainan (ONIC) ada di mid,” ucap AE Dalvin setelah pertandingan berakhir.
“Jadi perbedaannya pasti lumayan (besar). Tapi balik lagi, ONIC tetaplah ONIC. Mereka tetap kuat,” tuturnya memberikan respek.
Dengan kata lain, meski Alter Ego berhasil mengeksploitasi celah adaptasi tersebut untuk membawa pulang kemenangan mutlak 2-0, AE Dalvin menolak untuk mengecilkan kekuatan ONIC. Meski mengakui adanya perbedaan performa, tetapi ia menilai mentalitas dan mekanik individu tim lawan tetap berbahaya dan sangat sulit untuk ditaklukkan.
Kekalahan beruntun di week 5 MPL ID S18 ini menempatkan ONIC dalam posisi yang kurang menguntungkan di klasemen sementara. Sembari menanti pulihnya SANZ, mereka harus segera melakukan evaluasi agar tidak terus kehilangan poin penting di sisa paruh kedua musim reguler MPL ID S18, apalagi kekalahan ini sudah mulai dirasakan ketika SANZ masih tampil untuk tim.
