Geliat budaya populer Tanah Air mencapai tonggak sejarah baru seiring digelarnya edisi ke-10 Indonesia Comic Con (ICC) pada 3–4 Oktober 2026 di Hall Expo & Arena, JIExpo Kemayoran, Jakarta. Mengusung tema besar “A Decade of Pop Culture Fiesta”, konvensi persembahan Panorama Media ini dirancang berlandaskan tiga pilar utama: Celebration, Connection, dan Future.
Director Panorama Media, Andita Tirtawisata, menegaskan bahwa komunitas menjadi fondasi utama keberlangsungan ICC selama sepuluh tahun terakhir.
“Sepuluh tahun lalu kami memulai dengan satu keyakinan sederhana: penggemar budaya pop di Indonesia berhak punya tempat berkumpul sendiri. Yang membuat Indonesia Comic Con bertahan sampai edisi ke-10 bukan kami, tapi komunitasnya. Karena itu tema tahun ini kami tujukan untuk mereka, sekaligus sebagai komitmen kami menaikkan IP lokal ke panggung yang sama besar dengan karakter global,” ujar Andita.
Bintang Internasional dan Arena Unjuk Gigi Komunitas di Indonesia Comic Con 2026

Demi memanjakan para pengunjung, ICC 2026 menghadirkan sederet bintang internasional papan atas. Aktor ternama Mackenyu dipastikan tampil di panggung utama sebagai main guest, bersanding dengan dua cosplayer kondang dunia, HaneAme dan Lily Universe, yang terhubung dengan World Cosplay Summit (WCS).
“Edisi ke-10 ini kami rancang supaya pengunjung punya alasan bertahan dua hari penuh. Ada Mackenyu di panggung utama, ada HaneAme dan Lily Universe untuk teman-teman cosplay, ada komikus dari Hong Kong dan Malaysia di area kreator. Semuanya dalam satu atap — dan itu yang membuat ICC terasa seperti reuni tahunan komunitas pop culture,” kata Lulu Anwar, Project Manager Indonesia Comic Con.
Panggung cosplay tahun ini dimeriahkan melalui dua ajang bergengsi: RAYA Championship of Cosplay dan Indonesia Cosplay Grand Prix sebagai penyisihan nasional menuju WCS di Nagoya, Jepang. Di samping itu, inisiatif UniPin GameHers hadir membawa talkshow “Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself”.
“Kehadiran GameHers di Indonesia Comic Con menjadi kesempatan bagi kami untuk membawa semangat pemberdayaan perempuan kepada audiens yang lebih luas. Gaming bukan hanya tentang bermain, tetapi juga bisa menjadi ruang untuk belajar, berkarya, membangun koneksi, dan menemukan potensi diri,” tutur Debora Imanuella, Senior VP Community & Media Networks UniPin Global.
BACA JUGA: IdeaFest 2026 Resmi Digelar! Hubungkan Kreativitas dan Koneksi Manusia dengan Tema “ReHumanize”
Indonesia Comic Con 2026, Batu Loncatan IP Lokal dan Sinergi Ekonomi Kreatif

Sektor komik dan kekayaan intelektual (intellectual property/IP) lokal mendapat porsi perhatian besar lewat kolaborasi bersama Hong Kong Economic and Trade Office in Jakarta, menghadirkan komikus dari Hong Kong dan Malaysia.
“Sepuluh tahun terakhir mengubah posisi komikus Indonesia. Hari ini banyak dari kita bekerja untuk penerbit di Amerika, Jepang, dan Eropa. Yang kita butuhkan sekarang adalah ruang bertemu yang konsisten — tempat kreator, penerbit, dan pembaca berada di lokasi yang sama, supaya peluang itu tidak berhenti di percakapan,” ujar Sunny Gho, Chairman AKSI.
Pandangan senada disampaikan Ariela Kristantina, komikus Indonesia yang karyanya telah diterbitkan Marvel dan Dark Horse Comics.
“Bekerja untuk penerbit internasional mengajarkan saya bahwa yang dicari bukan kreator yang meniru gaya mereka, tapi kreator yang punya suara sendiri. Di acara seperti ini kita ketemu langsung pembaca dan sesama komikus, dan tahu karya kita sampai ke siapa — itu yang susah didapat kalau cuma bekerja dari balik meja gambar,” kata Ariela.
Perkembangan ini turut mendapat apresiasi penuh dari pemerintah. Deputi Kreativitas Media Kementerian Ekonomi Kreatif, Cecep Rukendi, menyatakan peran vital platform seperti ICC.
“Budaya pop hari ini adalah bagian nyata dari ekonomi kreatif kita. Yang dibutuhkan pelaku kreatif bukan hanya dukungan produksi, tetapi juga panggung yang mempertemukan mereka dengan audiens dan mitra industri. Penyelenggaraan seperti Indonesia Comic Con mengisi peran itu,” ucap Cecep.
Langkah ini diperkuat melalui kolaborasi bersama Jakarta Futura Connectiva (JFC) di bawah Disparekraf DKI Jakarta.
“Ekonomi kreatif adalah salah satu kekuatan Jakarta, dan budaya pop menjadi pintu masuk yang paling dekat dengan generasi muda. Lewat Jakarta Futura Connectiva, kami ingin kreator dan komunitas di Jakarta punya akses langsung ke pelaku industri, sehingga potensi yang sudah ada dapat berkembang menjadi peluang usaha yang nyata,” tutur Raymond Stefanus dari Disparekraf DKI Jakarta.
Bagi penggemar yang tak ingin melewatkan perayaan ini, tiket ICC 2026 sudah dapat dibeli melalui situs resmi indonesiacomiccon.com. Kategori tiket tersedia mulai dari One-Day Pass (Rp130.000), Two-Day Pass (Rp225.000), Cosplayer One-Day (Rp110.000), VIP Cosplayer (Rp500.000), hingga VIP General (Rp1.000.000). Gelaran satu dekade ini turut didukung oleh Tokopedia, Pacific Licensing, Mattel, FujiFilm, dan Anteraja.
