Dengan berakhirnya week 4 MPL ID Season 18, sudah bisa dikatakan bahwa fase regular season telah berlangsung setengah jalan. Sejauh ini, hasil-hasil pertandingan yang terjadi sukses membungkam banyak prediksi awal tentang peta kekuatan dan persaingan yang telah diungkapkan sebelum musim bergulir.
Bagaimana tidak? Sejauh ini sudah ada banyak anomali yang terjadi, bahkan jauh lebih mencengangkan ketimbang musim reguler Season 17, di mana hasil pertandingan sangat sulit untuk ditebak. Skenario yang semula diprediksi bakal menjadi panggung dominasi nama-nama langganan juara, justru berubah total menjadi arena penuh anomali.
Tim-tim yang semula diprediksi akan menjadi penghuni zona merah, beberapa di antaranya justru sukses menguasai puncak klasemen. Sementara tim-tim besar yang begitu difavoritkan untuk mendominasi berdasarkan hasil musim sebelumnya dan turnamen internasional terbaru, justru kini tengah berusaha menemukan performa terbaiknya.
NAVI Melesat, TLID Belum Berhenti Hadirkan Kejutan Hingga Week 4 MPL ID S18

Bukti paling nyata dari pergeseran peta kekuatan ini dapat dilihat dari lonjakan performa NAVI dan Team Liquid ID (TLID). NAVI, yang pada musim-musim sebelumnya kerap terdampar di papan bawah dan kembali tidak diperhitungkan di awal musim ini karena faktor roster dan perubahan yang dilakukan, kini justru menjelma sebagai kontender serius di papan atas.
Kedewasaan bermain serta konsistensi yang telah ditunjukkan hingga akhir week 4 MPL ID S18 membuktikan bahwa reputasi tim dan player yang ada di dalamnya tidak lagi bisa dijadikan tolak ukur dalam menentukan kesuksesan sebuah tim di liga MLBB tertinggi Indonesia musim ini.
Sama halnya dengan TLID yang sukses mengejutkan komunitas MLBB Indonesia karena mampu membuktikan diri bisa bersaing dengan tim-tim besar lainnya, meski selalu tidak dianggap sebagai penantang yang wajib diperhitungkan jelang musim bergulir. Setelah sukses membuktikannya pada Season 17, kini mereka kembali mampu melakukan hal yang sama, setidaknya hingga akhir week 4 MPL ID S18.
Mengandalkan deretan talenta muda lokal Indonesia yang masih bisa dibilang mentah, TLID bisa tampil sangat agresif, sekaligus menunjukkan kedisiplinan tinggi. Mereka tidak menunjukkan rasa canggung sedikit pun saat harus berhadapan dengan nama-nama veteran. Ketajaman amunisi muda ini bahkan menempatkan TLID sebagai salah satu kandidat terkuat peraih takhta juara musim ini.
Di sisi lain, DEWA United Esports yang sempat mengejutkan pada musim lalu, kini tengah tertatih-tatih untuk bisa keluar dari zona merah. Sementara Geek Fam yang diprediksi bakal kesulitan bersaing pasca ditinggal Baloyskie, terbukti belum bisa meraih satu pun kemenangan dalam tujuh match pertama musim ini.
Tim-tim Favorit Mesti Berbenah Jika Tak Ingin Tergusur

Kondisi kontras justru dialami oleh dua raksasa dengan basis penggemar terbesar, EVOS dan RRQ Hoshi. Kendati dibekali deretan pemain berkualitas dan sejarah panjang yang mentereng, masalah konsistensi ternyata masih menghantui dan menghalangi laju mereka sejauh ini.
Jika kondisi ini belum bisa diperbaiki pada paruh kedua musim reguler, bukan tidak mungkin mereka bakal menjadi penonton di Gaming House ketika playoff digelar di Surabaya nanti.
Nasib tak kalah mengejutkan juga menimpa ONIC dan Bigetron by Vitality. Dua tim finalis MPL ID S17 dan dipercaya sebagai kekuatan utama untuk memegang kendali penuh di musim ini, ternyata harus mengalami situasi yang cukup mengejutkan dan dipaksa wajib bekerja ekstra keras setelah terlempar ke papan tengah.
ONIC secara mengejutkan harus merasakan empat kekalahan beruntun yang sudah sangat lama tidak pernah mereka alami di kompetisi ini. Sementara Bigetron yang tampil sempurna di tiga pekan pertama, dibuat gagal meraih satu poin pun di sepanjang week 4 MPL ID S18.
Selain mengejutkan, segala anomali yang terjadi sejauh ini juga secara tidak lengsung menegaskan bahwa perubahan META yang terjadi juga akan sangat memengaruhi kualitas tim dengan sangat cepat jika tidak mampu beradaptasi dengan baik.
Memasuki paruh kedua musim reguler MPL ID S18, setidap tim harus bisa memaksimalkan setiap match tersisa yang mereka miliki jika ingin “diajak” ke Surabaya melakoni babak playoffs. Tidak ada juga jaminan “pasti aman” bagi penghuni papan atas sekalipun, sementara tim papan tengah dan bawah terus lebih canggih lagi dalam mempersiapkan tim menghadapi lawan demi lawan yang bakal dihadapi.
